Sabtu, 04 Mei 2013

Selamatkan Pernikahan Sebelum dimulai

"Hingga kematian memisahkan kita" suatu ungkapan yang sering diucapkan oleh
sepasang  kekasih  yang  sedang jatuh cinta.  Tetapi bagi sebagian pasangan
setelah  menikah,  ungkapan  tersebut  berubah  menjadi  "hingga perceraian
memisahkan kita"

Bagaimana  kita  dapat  membangun  suatu pernikahan yang sukses?  Terkadang
pasangan lebih memikirkan persiapan pesta pernikahan yang sempurna daripada
rencana  kehidupan yang akan dijalani setelah pernikahan itu.  Padahal yang
paling  utama  adalah kelansungan hidup pernikahan itu sendiri karena hidup
pernikahan  memiliki  kesulitan  tersendiri.  Ada banyak pasangan mengalami
perpecahan  karena tidak menyadari titik rawan pernikahan.  Titik rawan itu
biasanya  timbul  dari komunikasi yang buruk, hal-hal yang berkenaan dengan
jenis  kelamin dan rohani yang tidak sehat.  Namun kebahagiaan dapat diraih
apabila pernikahan itu memiliki harapan dan pandangan yang positif terhadap
kehidupan,   memiliki   konsep   yang   realistis   tentang   cinta,  mampu
mengkomunikasikan  perasaan-perasaan, mengerti dan menerima perbedaan jenis
kelamin,  mampu  mengambil  keputusan  dan menyelesaikan perselisihan serta
memiliki suatu landasan rohani dan tujuan yang sama.  Bagaimana cinta dapat
memperkuat suatu hubungan pernikahan?

Anatomi Cinta
Apakah  cinta  itu?   Cinta tidak mudah dimengerti.  Dalam cinta terkandung
kasih  sayang  dan  kemarahan,  kegairahan  dan  kebosanan,  kestabilan dan
perubahan,  pembatasan  dan  kebebasan.   Robert Stenleg, seorang psikologi
dari  Yale University telah mengembangkan suatu model segitiga cinta, yaitu
salah  satu  pandangan  yang  paling terkemuka yaitu "Cinta bagaikan sebuah
segitiga yang memiliki tiga sisi; gairah, keintiman dan komitmen."

a.   GAIRAH.   Sebagai  sisi  pendorong  perasaan  untuk  bercinta.  Gairah
bersifat  sensual  dan seksual, ditandai oleh rangsangan biologis dan suatu
keinginan yang besar akan kasih sayang yang dinyatakan secara fisik.

b.   KEINTIMAN.  Sebagai sisi emosional.  Keintiman merupakan isi kerinduan
hati  yang terdalam akan kedekatan dan penerimaan.  Apabila dua orang tidak
saling   mengenal   secara   mendalam,   mereka  tidak  dapat  menyatu  dan
dipersatukan.    Sebab   timbulnya   cinta   tergantung  kepada  kedekatan,
komunikasi  dan  saling  berbagi.   Sehingga tanpa keintiman, pasangan akan
tetap merasa sendiri, walaupun mereka sudah hidup dalam satu atap.

c.   KOMITMEN.   Sebagai  sisi Kognitif dan kemauan.  Komitmen memandang ke
masa  depan  yang  tidak  kelihatan dan berjanji akan berada di sana hingga
akhir  hayat.   Komitmen  menjanjikan  kepastian dan menjaga cinta terhadap
pasangan, saat gairah menjadi redup.

Tahap-tahap Cinta
Cinta   yang  menggairahkan  pada  awal  pernikahan  tidak  dapat  menjamin
langgengnya  suatu pernikahan.  Tetapi kemampuan untuk menerima sifat cinta
yang berubah-ubah akan membuat pasangan rileks saat menghadapi tekanan yang
menguji daya tahan setiap pasangan.

Pernikahan  merupakan  sebuah  perjalanan atau tahap-tahap cinta yang dapat
diperkirakan  sebelumnya.   Setiap  tahap dibangun di atas tahap yang lain,
kemudian dibawa ke dalam cinta yang utuh.

a.   ROMANTIS.   Merupakan  tahap  awal  dimana pasangan-pasangan melupakan
individu  dan  identitas  masing-masing  dan  berusaha saling menyukai satu
dengan lainnya serta menikmati keindahan, kebahagiaan dan rasa memiliki.

b.   KEKUATAN  PERGUMULAN.  Tahap yang penuh dengan ketegangan dimulai dari
munculnya ketidakserasian da perbedaan-perbedaan yang makin nyata.

c.  KERJA SAMA.  Pasangan-pasangan pada tahap ini menyadari bahwa cinta lah
yang  terutama.   Bukan  melihat  luat  tetapi  melihat  ke dalam pada diri
masing-masing  pihak  dan  memilkul  tanggung  jawab  atas  masalah-masalah
pribadi mereka.

d.   KEBERSAMAAN.   Inilah  tahap dimana ada rasa saling menyatu dan saling
memiliki sehingga mendatangkan rasa aman.

e.   KREATIVITAS  BERSAMA.   Pada  tahap  ini  irama  keintiman  tiba  pada
pengembangannya.    Masing-masing   pasangan   berkreativitas  bersama-sama
mengembangkan   suatu  jaringan  hubungan  yang  bermakna  untuk  mendukung
pernikahan dan memperdalam kebahagiaannya.

Membuat Cinta Bertahan Seumur Hidup
Cinta  yang  abadi  tidak  terjadi  begitu  saja,  tetapi harus dipelajari,
dipratekkan dan diasah.  Pernikahan yang sukses adalah hasil dari dua orang
yang bekerja sama dan trampil untuk mengembangkan cinta mereka.

Berikut ini ada beberapa petunjuk untuk mengembangkan pernikahan:
a.  Memelihara Gairah
     Beberapa strategi untuk memelihara gairah :
1.  Lakukan sentuhan yang bermakna
2.  Rencanakan pengalaman-pengalaman yang saling membahagiakan .
3.  Berikan pujian kepada pasangan anda.

b.  Memelihara Keintiman
      Beberapa hal yang harus diingat untuk memelihara keintiman.
1.  Luangkan waktu bersama
2.  Dengarkan dengan telinga ke tiga
3.  Praktekkan penerimaan tanpa syarat

c.  Memelihara Komitmen
     Untuk  memelihara  unsur  komitmen  yang penting dalam pernikahan, ada
beberapa petunjuk yang dapat dijadikan sebagai referensi, yaitu :
1.  Hargailah tingginya nilai komitmen
2.  Penuhilah kebutuhan-kebutuhan pasangan anda
3.  Jadikan komitmen sebagai bagian dari keberadaan anda

Komunikasi yang Baik
Komunikasi  yang  baik  dibangun atas dasar "siapa kita" baru kemudian "apa
yang kita lakukan".  Untuk menikmati komunikasi yang baik dalam pernikahan,
ada tiga sifat pribadi yang harus dimiliki, yaitu kehangatan, ketulusan dan
empaty.

a.   KEHANGATAN.   Pasangan  datang kepada kita dengan sekumpulan kelemahan
dan  kekurangan  yang  tidak  dapat  diterima,  beberapa di antaranya sudah
diketahui  dan  masih  banyak  yang  belum  ketahuan.   Abaikanlah kekurang
tersebut  demi  keindahan  yang  ada di balik itu.  Kunci kehangatan adalah
penerimaan.   Daripada hanya menilai dan menuntut, lebih baik kita menerima
perasaan  dan  tindakan orang yang kita cintai.  Kehangatan memperkuat rasa
percaya  diri  dan  menahan  dia  agar  tidak  mengubah  kepribadiannya dan
berpikir seperti yang kita inginkan.

b.   KETULUSAN.   Ketulusan  diekspresikan  bukan  dengan kata-kata, tetapi
dalam  nada  suara  dan  perilaku  non  verbal,  mata dan sikap tubuh kita.
Seseorang  dapat  menghujani  pasangan  dengan  cinta tetapi bila tidak ada
ketulusan cinta itu akan hampa.

c.  EMPATI.  Contoh ilustrasi, "Cara terbaik untuk mencegah agar kita tidak
menginjak  kaki  pasangan  kita adalah dengan meletakkan diri kita di dalam
sepatunya"  ilustrasi  ini menggambarkan bahwa, Empati adalah melihat dunia
dari pandangan pasangan kita.

Perusak Pernikahan
Jika  hendak  menumbuhkan  kebahagiaan  dengan  pasangan  kita,  kita perlu
menghindari racun dalam pernikah sebagai berikut :

a.  Mengasihi diri sendiri
b.   Mempersalahkan  orang  lain.   Ketidakbahagiaan  dapat disebabkan oleh
kebiasaan  yang  cenderung selalu menyalahkan pasangan (salah satu pasangan
menjadi  kambing  hitam). Perlu diingat bahwa ketidakbahagiaan tidak pernah
disebabkan oleh satu orang, artinya bukan mencari "siapa yang salah" tetapi
"apa yang salah".
c.   Dendam.   Bila  kita  terus  memikirkan  kekecewaan,  sakit  hati  dan
kemarahan, kemudian mengingat-ingat perlakuan yang tidak adil terhadap diri
kita,  akan  menambah  emosi  dan  menghancurkan semangat untuk menumbuhkan
kebahagiaan.

Apa yang Perlu Diketahui Setiap Suami Mengenai Istrinya
Kebutuhan   istri  yang  paling  mendasar  dalam  pernikahan  adalah  untuk
dicintai, dimengerti dan dihargai.

a.   DICINTAI.   Apa  yang  dapat dilakukan seorang suami untuk menunjukkan
cintanya kepada istrinya ?
Pikirkan ungkapan "Aku Mencintaimu".  Bagi beberapa pria merasa tidak perlu
untuk  mengucapkan  kata  tersebut,  tetapi bagi seorang istri butuh (ingin
mendengar) ungkapan tersebut dari suaminya.

b.      DIMENGERTI.     Bagi    wanita    dimengerti    berarti    menerima
perasaan-perasaannya, misalnya mendengarkan, memahami dan merepleksikan apa
yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pasangan.

c.    DIHARGAI.    Menghargai   istri   berarti  menghargai  dan  mendukung
keputusan-keputusan  dalam  memenuhi  impiannya.   Untuk memulainya, jangan
berusaha  untuk  mengubah  atau memanipulasinya.  Tetapi hormati kebutuhan,
keinginan  dan  nilai-nilai  serta  haknya.   Akibat  sikap menghargai ini,
seorang istri aka lebih bersikap santai dan terbuka.

Apa yang Harus Diketahui Istri Mengenai Suaminya
Kebutuhan  suami  yang  paling  mendasar  dalam pernikahan adalah dikagumi,
memiliki otonomi dan menikmati kegiatan bersama.

a.  DIKAGUMI.  Suami mengukur harga dirinya melalui apa yang sudah dicapai,
besar  atau  kecil  hasil yang dicapai membutuhkan pengakuan dari istrinya.
Pengaguman  adalah bahan bakar yang dibutuhkan pria untuk lebih maju karena
memberikan  kekuatan.   Tetapi  perlu  diingat,  jangan pernah berpura-pura
mengagumi   dengan  kata-kata  pujian.   Sebaiknya  agar  pengaguman  istri
benar-benar memiliki nilai, pujian itu harus tulus tercermin dalam perasaan
yang sesungguhnya.

b.   PERLU  OTONOMI.  Sebagian kebutuhan otonomi adalah memberi ruang untuk
suami (kebutuhan untuk menyendiri).  Ada istri mengeluh karena suami mereka
tidak  segera  menceritakan hal-hal yang dialami suaminya apabila sampai di
rumah sepulang dari kantor.  Tanpa menyadari suami ingin membaca koran atau
menyiram  tanaman atau apapun yang dilakukan lebih dahulu untuk menyegarkan
pikiran mereka sebelum memulai bercakap-cakap.

c.   KEGIATAN  BERSAMA.   Seorang pria membangun keintiman dengan cara yang
berbeda.    Ia   membina   hubungan   dengan   melakukan  pekerjaan  secara
bersama-sama.   Misalnya bekerja di kebun, melakukan pekerjaan rumah, pergi
nonton  bersama  istrinya.   Suami menjadikan istri sebagai teman.  Hal ini
sangat baik apabila istri ikut dalam kegiatan bersama tersebut.

Kesalahan yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri
a.   MENGKRITIK.   Mengeluh  itu  baik,  mengungkapkan  keluhan jenuh lebih
daripada  mendendam  di dalam hati.  Sepintas tampaknya tidak ada perbedaan
antara   mengeluh   dan  mengkritik.   Tetapi  perbedaannya  sangat  besar.
Artinya,  mengkritik  lebih  merupakan  tindakan yang menyerang kepribadian
seseorang,   misalnya  menyalahkan dan membuat sebuah serangan pribadi atau
tuduhan.   Sementara  mengeluh  adalah suatu komentar mengenai sesuatu yang
tidak  diinginkan.   Menerima  sebuah  kritikan  jauh  lebih buruk daripada
menerima suatu keluhan.

b.   MENGHINA.   Penghinaan  adalah racun bagi hubungan.  Ketika penghinaan
muncul, perasaan positif terhadap pasangan akan lenyap.

c.  MEMBELA DIRI.

d.   MEMBISU.  Membisu seringkali dianggap sebagai usaha agar tidak membuat
persoalan  semakin  buruk.   Tetapi  mereka  tidak  menyadari bahwa membisu
adalah  tindakan  yang  sangat  berpengaruh.   Tindakan tersebut menyatakan
suatu  penghinaan, sikap dingin dan keangkuhan yang bisa membuat pernikahan
menjadi rapuh.

BERTENGKAR DENGAN BAIK
Tidak adanya konflik (konflik yang wajar) dalam rumah tangga bukanlah tanda
yang  baik bagi pernikahan.  Pasangan yang menolak menerima konflik sebagai
bagian  dari  pernikahan  akan  kehilangan  kesempatan untuk secara kreatif
menantang  dan  ditantang.  Jadi konflik adalah wajar dan tidak lagi selalu
menggambarkan suatu krisis, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang.

Bagaimana Cara Bertengkar Dengan Baik ?
a.  Jangan lari dari pertengkaran.

b.   Pilihlah  pertengkaran  dengan hati-hati.  Apabila hendak marah karena
dalam   melaksanakan  pekerjaan  rumah  si  pasangan  tidak  sesuai  dengan
keinginan  kita,  maka  pikirkan  terlebih  dahulu  apakah  marah itu perlu
dilakukan atau tidak.

c.   Terangkan  masalah  dengan  jelas.   Ketika  merasa  suasana  memanas,
mintalah   pasangan   supaya  menjelaskan  penyebab  pertengkaran  tersebut
sehingga masing-masing dapat memahami masalahnya.

d.   Nyatakan  perasaan  kita secara langsung.  Memberikan tanggapan kepada
apa  yang  dilakukan  pasangan  jauh  lebih  baik daripada tidak memberikan
tanggapan untuk membela diri terhadap hal yang tidak membawa kemajuan.

e.   Nilai  Intensitas  perasaan-perasaan  kita.   Hal  tidak  seiman  akan
menimbulkan  masalah,  karena  apa  yang  dianggap  penting  oleh seseorang
mungkin kelihatan tidak penting bagi pasangan.

f.  Berhenti Menghina.

Memelihara Jiwa Pernikahan
Kebutuhan  dalam  pernikahan  bukanlah  sekedar kegembiraan, daya tarik dan
kegiatan   yang  lebih  banyak,  tetapi  jauh  dari  semua  itu  pernikahan
membutuhkan  kehidupan  rohani.   Setidaknya disiplin kehidupan rohani akan
membawa  teman hidup berjalan dari kehidupan biasa saja menuju ke kedalaman
ibadah, pelayanan dan doa.

a.   IBADAH.   Ibadah memiliki cara tertentu untuk mengubah suatu hubungan.
Ibadah  bersama akan menjadi suatu sarana untuk memelihara jiwa pernikahan.
Pasangan  suami  istri yang sering melakukan ibadah bersama sepanjang hidup
akhirnya akan memperbesar kemampuan untuk saling mencintai.

b.   PELAYANAN.  Dengan berbuat baik kepada orang lain secara bersama-sama,
akan   membantu   menumbuhkan   perasaan  saling  memiliki  dan  mensyukuri
kebahagiaan yang telah dinikmati secara bersama-sama.

c.   DOA.  Hal penting dalam berdoa adalah "mengucap syukur".  Setiap usaha
yang  kita  buat  untuk  bersekutu  dengan  Tuhan  dalam  doa  bersama akan
memelihara hubungan dan jiwa pernikahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar